111 Hektare Sawah Baru di Melati Jaya Akhirnya Ditanami, Pemkab Berau Optimistis Perkuat Cadangan Beras dan Wujudkan Swasembada Pangan

img

Wakil Bupati Bupati berserta unsur Forkopimda saat melaksanakan Gerakan penanaman padi serentak di  Kampung Melati Jaya, Kecamatan Gunung Tabur, Jumat (31/7/2026). Foto : sep/fn

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Penantian panjang selama hampir delapan bulan akhirnya terjawab. Lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 111 hektare  di Kampung Melati Jaya, Kecamatan Gunung Tabur, yang sebelumnya telah rampung dikerjakan namun belum tersentuh aktivitas budidaya, kini resmi mulai ditanami.

 

Momentum ini menjadi tonggak penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam mempercepat peningkatan produksi beras sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah menuju swasembada pangan.

 

Gerakan penanaman padi yang dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026) dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, hingga masyarakat setempat.

 

Penanaman simbolis itu menjadi penanda dimulainya pemanfaatan lahan yang selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena belum dapat difungsikan secara optimal.

 

Bagi Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau, dimulainya penanaman tersebut bukan sekadar seremoni. Lebih dari itu, momen ini menjadi jawaban atas evaluasi panjang yang selama beberapa bulan terakhir terus mengiringi program Cetak Sawah Rakyat.

 

Kepala DTPHP Kabupaten Berau, Lita Handini, mengaku bersyukur karena lahan yang telah selesai dicetak akhirnya mulai dimanfaatkan. Menurutnya, proses tersebut menjadi langkah awal untuk mengubah lahan yang sebelumnya belum produktif menjadi kawasan penghasil pangan baru bagi Kabupaten Berau.

 

"Secara keseluruhan, Kabupaten Berau telah berhasil mencetak sekitar 425 hektare sawah baru. Dari jumlah tersebut, seluas 111 hektare berada di Kampung Melati Jaya," ujarnya.

 

Ia menjelaskan, lahan di Kampung Melati Jaya sebenarnya telah selesai dicetak sekitar tujuh hingga delapan bulan lalu. Namun, berbagai tahapan persiapan membuat penanaman belum dapat segera dilakukan sehingga lahan tersebut terus menjadi perhatian dalam setiap evaluasi program ketahanan pangan.

 

"Alhamdulillah, launching hari ini menjadi dukungan yang luar biasa bagi kami. Terus terang, lahan seluas 111 hektare ini menjadi perhatian dalam setiap evaluasi karena sudah selesai dicetak, tetapi belum memasuki tahap penanaman. Hari ini menjadi awal yang sangat baik karena secara simbolis dua hektare sudah mulai ditanami," tutur Lita.

 

Menurutnya, penanaman perdana tersebut menjadi titik awal percepatan pemanfaatan seluruh lahan yang telah tersedia. Pemerintah berharap antusiasme kelompok tani dan dukungan seluruh pihak mampu mendorong proses pembukaan lahan secara bertahap hingga seluruh areal seluas 111 hektare dapat ditanami.

 

Lita optimistis, jika seluruh lahan tersebut berhasil dimanfaatkan secara maksimal, kontribusinya terhadap peningkatan produksi beras daerah akan cukup signifikan. Meski belum mampu menjadikan Berau sepenuhnya mandiri dalam memenuhi kebutuhan beras, keberadaan sawah baru diyakini akan memperkuat cadangan pangan daerah dari tahun ke tahun.

 

"Kalau target 111 hektare ini bisa tertanam seluruhnya, tentu hasilnya sangat berarti bagi Kabupaten Berau. Sebagian bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat, sebagian lagi menjadi benih untuk pengembangan lahan berikutnya. Sedikit demi sedikit kita membangun kekuatan pangan daerah. Dengan semangat gotong royong, kami optimistis cita-cita swasembada pangan dapat diwujudkan," jelasnya.

 

Keberhasilan program tersebut, lanjut Lita, tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, TNI, penyuluh pertanian, dan para petani. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam memastikan setiap hektare sawah yang telah dicetak benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Berau melalui dana APBD terus memperkuat sarana dan prasarana pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengadaan drone pertanian senilai sekitar Rp200 juta yang akan dimanfaatkan untuk pemetaan lahan, pemantauan pertumbuhan tanaman, hingga meningkatkan efisiensi pengelolaan pertanian modern.

 

Di sisi lain, pemerintah pusat juga memberikan dukungan melalui Program Brigade Pangan yang ditempatkan di sejumlah kampung. Program tersebut bertujuan mengoptimalkan lahan-lahan yang selama ini belum tergarap sehingga mampu meningkatkan luas tanam, produktivitas pertanian, serta kesejahteraan petani.

 

Menurut Lita, perpaduan antara dukungan anggaran, pendampingan penyuluh, pemanfaatan teknologi, dan semangat petani menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Berau.

 

"Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terus berlanjut. Petani membutuhkan pendampingan yang berkesinambungan agar lahan yang sudah dibuka benar-benar produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka. Ketika petani maju, maka ketahanan pangan daerah juga akan semakin kuat," tuturnya.

 

Ia menambahkan, keberhasilan program Cetak Sawah Rakyat tidak diukur dari luas lahan yang berhasil dibuka semata. Yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap hektare sawah mampu menghasilkan panen secara berkelanjutan dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat.

Dengan dimulainya penanaman di Kampung Melati Jaya, Pemkab Berau berharap program Cetak Sawah Rakyat dapat menjadi fondasi lahirnya sentra-sentra produksi pangan baru di daerah. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat cadangan beras Kabupaten Berau, tetapi juga menjadi kontribusi nyata daerah dalam mendukung target swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui pertanian yang semakin modern, produktif, dan berkelanjutan. (sep/FN)